Tawa, seorang komedian tunggal yang sedang naik daun, membangun ketenarannya lewat lelucon mengenai ayahnya yang telah lama tak berhubungan dengannya, Pak Keset—seorang komedian senior yang kariernya justru meredup saat karier Tawa mulai melesat. Ketika mereka kembali bekerja sama demi mencari materi baru, kolaborasi yang canggung itu mengaburkan batas antara pertunjukan dan pergulatan pribadi, serta menyeret kembali luka lama yang selama ini terkubur ke hadapan publik.